Tampilkan postingan dengan label Mitologi Yunani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitologi Yunani. Tampilkan semua postingan

10/08/11

Hercules

I. Kelahiran Herakles
Siapa Herkules? Kami tidak mengenalnya, kami menyebutnya Herakles, seorang pahlawan besar asli Yunani, dari seorang wanita bernama Alkmene dan ayahnya adalah Zeus, raja para dewa. Alkmene adalah satu-satunya putri Elektryon, raja Mykena, dari sembilan bersaudara. Tubuhnya tinggi tegap dengan wajah elok rupawan, rambutnya tebal dan halus, bulu matanya panjang-lentik dan memiliki sepasang mata yang besar dan indah.
Zeus walaupun sudah beristrikan Hera, dewi langit, juga mencintai Alkemene yang menikah dengan manusia biasa Amphytrion, raja Troezen. Saat Amphytrion pergi untuk memimpin pasukannya berperang melawan bangsa Teleboa, Zeus mendatangi Alkmene dengan perwujudan Amphytrion.
"Menang! Kita telah menghancurkan bangsa Teleboa", seru Zeus yang menyamar kepada Alkmene. Tanpa curiga Alkmene memeluk Zeus dan kemudian melewatkan malam bersamanya. Dan inilah malam yang tidak seperti malam-malam biasanya karena terdiri dari tiga malam sekaligus.
Supaya bisa terlaksana, Zeus memanggil Hermes, penyampai pesan para dewa, untuk menemui dewa matahari, Helios dengan pesan : sang dewa harus berada di istananya yang cemerlang sepanjang hari, tidak pergi melintasi langit seperti yang biasa dilakukannya setiap hari. Lalu Hermes menemui sang Waktu agar tidak mengeluarkan kuda-kuda bersayap milik Helios dan keretanya yang gemerlap. Walaupun kesal, sang dewa tetap tunduk atas perintah Zeus dan absen menyambangi Bumi.
Tidak cukup sampai di situ, Hermes juga menemui Selene, sang Bulan untuk berada lebih lama di langit malam hari itu. Terakhir, Hermes menemui Hypnos, dewa Kantuk, dengan perintah membuat semua manusia tidur lebih pulas malam itu.
Dan tak satupun makhluk di bumi menyadari bahwa tidur semalam itu sebenarnya berlangsung selama tiga hari. Setelah fajar menyingsing di hari keempat, Zeus meninggalkan Alkmene.
Alkmene kemudian mengandung dua anak sekaligus : satu dari Amphytrion yang diberi nama Iphikles dan yang lahir lebih awal dari Iphikles, benih dari Zeus sendiri, diberi nama HERAKLES.
Hera, dewi agung, ratu langit, dewi pelindung pernikahan dan keluarga. Mengapa dalam beberapa mitos rendahan selalu digambarkan berada di pihak yang jahat? Jelas, si pembuat cerita hanya membual dan tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang mitologi Yunani, hanya menempatkan tokoh mitologi hanya sebagai kulit luar sekaligus mengenyampingkan nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah kisah mitologi.

II. Awal kebencian Hera kepada Herakles.
Sembilan bulan telah berlalu semenjak Zeus mengunjungi Alkmene. Dan saat ini, saat semua dewa berkumpul di Olympus sambil minum-minum, Zeus mengumumkan kepada semua dewa yang hadir bahwa malam ini yang akan lahir pertama kali dari garis keturunan Perseus adalah anak laki-lakinya, yang akan menjadi pahlawan besar dan seluruh Yunani akan tunduk pada kemauannya.
Hera yang turut hadir, terbakar oleh api cemburu karena sekali lagi Zeus memiliki anak dari rahim wanita lain. Dia berbisik kepada Ate, dewi cerdik yang duduk di sampingnya. Lalu Ate bangkit dari duduknya dan menyeru Zeus untuk bersumpah agung bahwa perkataannya ini akan menjadi takdir yang tidak dapat diubah lagi.
"Aku bersumpah demi air suci Styx yang mengalir di Bawah Tanah, bahwa akan terjadi seperti yang kukatakan. Anak yang pertama lahir dari garis Perseus malam ini akan memerintah Yunani dan seluruh Yunani tunduk pada kemauannya" seru Zeus.
Hera tersenyum, Zeus terjebak ucapannya sendiri. Karena saat itu di Mykena, Nikipe, istri Stenelus sedang hamil tujuh bulan. Stenelus adalah saudara Elektryon (ayah Alkmene) dan keduanya putra Perseus. Agar rencananya berhasil, Hera menyuruh Eletia, dewi kelahiran bayi, agar mempercepat proses kelahiran Nikipe dan memperpanjang rasa sakit Alkmene.
Akhirnya anak pertama yang lahir dari garis Perseus malam itu adalah putra Stenelus yang bernama Eurystheus, bayi lemah dan penyakitan tetapi mewarisi takhta Mykena, kerajaan yang paling berkuasa di Yunani saat itu. Satu jam kemudian baru lahir Herakles, disusul oleh Iphikles, putra Amphytrion.
Zeus pada akhirnya mengetahui taktik licik Hera, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena sudah terlanjur bersumpah. Dengan murka, Zeus melemparkan Ate dari Olympus dan dihukum tinggal di antara manusia. Kata Yunani untuk pengaruh burukpun memiliki arti 'yang berasal dari Ate'. Zeus menyusun rencana untuk membalas perbuatan Hera. Dan inilah rencananya :
Pada suatu malam, Zeus membuat hati Alkmene khawatir kalau-kalau Hera akan mencelakakan Herakles kecil. Untuk melindunginya, Alkmene membawa Herakles keluar dari istana dan meninggalkannya di tempat sepi di bawah dinding kota Thebes, sambil berdoa kepada Athena, dewi kebijaksanaan, agar melindungi anaknya.
Sesuai dengan perintah Zeus, Athena mengajak Hera berjalan-jalan di sekitar Thebes dan seolah-olah tanpa sengaja membawanya ke tempat dimana Herakles ditinggalkan.
"Seorang bayi sendirian! Dan begitu rupawan! Aku belum pernah melihat bayi yang begitu tampan dan sesehat ini!", seru Hera begitu melihat Herakles.
Athena melirik Hera sambil tersenyum, "Sudah berapa lama ia ditinggalkan disini? Kelihatannya ia sangat haus. Kau punya air susu, bukan? Susuilah ia barang sebentar saja."
Dengan senang hati Hera menyusuinya, tetapi Herakles menyusu dengan begitu hebat sehingga Hera kesakitan. Dengan sentakan keras Hera melepaskan diri dari Herakles dan air susu Hera memancar ke langit malam, membentuk gugus Bima Sakti (milky way-english). Alih-alih Hera membunuhnya, sang Dewi malah membuat Herakles menjadi bertambah kuat dan tidak terkalahkan.
Saat itu pula, derap langkah menghampiri mereka. Athena buru-buru menggamit lengan Hera untuk bersembunyi. Ternyata Alkmene lah yang datang untuk mengambil kembali Herakles. Di bawah cahaya bulan, wajah Alkmene yang jelita terlihat makin rupawan melebihi kecantikan seorang dewi dan membuat Hera semakin cemburu...

Herakles dikisahkan memiliki banyak keturunan, walaupun banyak di antaranya yang cuma mengaku-ngaku. Tapi dengan siapa saja Herakles pernah menikah? Inilah kisah paling suram dalam kehidupan sang pahlawan yang penuh dengan kisah kemenangan yang gilang-gemilang.
III. Kisah Herakles dan Megara
Herakles pertama kali menikah (tepatnya dinikahkan) dengan Megara, putri Kreon, Raja Thebes sebagai ucapan terima kasih karena telah membebaskan kota Thebes dari serangan negeri tetangga, Orkhomenus. Tak hanya itu, Raja Kreon juga memberikan separuh kerajaan Thebes untuk Herakles. Sedangkan Iphikles dinikahkan dengan adik Megara.
Semua dewa Olympus hadir dalam pesta pernikahan Herakles dan Megara yang berlangsung meriah, kecuali, tentu saja, Hera.
Megara melahirkan tiga orang anak dan mereka hidup bahagia. Selamanya? Tidak, karena Hera yang dengki merencanakan untuk mencelakakannya.
Suatu hari, ketika Herakles sedang melihat anak-anaknya yang sedang bermain, Ate, dewi tipu muslihat, diam-diam merangkak di belakangnya. Ia melemparkan kerudung yang tak terlihat ke mata Herakles. Tiba-tiba pandangan Herakles menjadi gelap dan ketiga anaknya tampak seperti tiga ekor naga mengerikan yang siap menyerang. Herakles bagai kesetanan melemparkan meja, kursi, apa saja yang bisa diraihnya dan menyerang membabi buta. Dalam kegilaaan sesaat itu, ia membunuh anak-anaknya sendiri dan menghancurkan istana Kreon.
Ketika istana Kreon tinggal puing-puing, Ate membuka kerudung yang menutupi mata Herakles. Herakles baru tersadar melihat anak-anaknya yang sudah terbaring kaku. Kreon yang murka mengusir Herakles dari Thebes dan Megara tidak mau menemuinya lagi (Dalam beberapa mitos dikisahkan Herakles juga membunuh Megara).
Dalam kesedihan yang mendalam, Herakles mengasingkan diri dan mengembara sampai negeri Tespia yang diperintah oleh Raja Tespius.
Berhari-hari kemudian datanglah utusan dari Mykena membawa berita bahwa Raja Stenelus telah mangkat dan digantikan oleh putranya, Eurystheus. Sekaligus membawa pesan untuk Herakles : sang pahlawan diharuskan mengabdi dan menunaikan 12 tugas berat yang akan mengagungkan nama Eurystheus dan kerajaan Mykena. Demikian titah Eurystheus, putra Stenelus, keturunan Zeus dari garis Perseus.
Dalam kebingungan, Herakles pergi bertanya kepada orakel (tempat menanyakan ramalan) di Delphi. Jawaban orakel adalah : ia harus pergi ke Mykena dan mengabdi kepada Eurystheus yang akan memberinya 12 tugas besar, dan setelah semua tugas selesai, dewa-dewa akan mengampuni perbuatan keji Herakles terhadap anak-anaknya.
Herakles akhirnya membulatkan diri dan pergi ke Mykena untuk melakukan 12 tugas besar tersebut.
Catatan : Inilah suatu kasus dalam mitologi dimana seorang pahlawan juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, bukan sosok superhero yang serba sempurna. Dan patut dicatat, kegilaan Herakles bisa saja terjadi akibat depresi yang berlebihan, yang bahkan sampai saat inipun masih bisa kita temui dalam beberapa kasus kriminal. Bukti bahwa mitologi bukan sekedar mitos belaka, namun diambil dari pengalaman nyata kehidupan sehari-hari.

Deianira. Banyak mitos yang mengisahkan wanita ini sebagai istri Herakles. Bagaimana Herakles bertemu dengan wanita jelita ini dan apakah akhirnya Herakles bisa hidup berbahagia dengannya selamanya?
IV. Kisah Herakles dan Deianira
Setelah melewati 12 tahun masa-masa sulit pengabdian kepada Raja Eurystheus, Herakles dibebaskan lalu pergi menuju Kalydon di Aetolia untuk melamar putri Raja Oineus, Deianira yang cantik jelita.
Karena begitu banyaknya pemuda yang ingin melamar Deianira, Oeneus mengadakan pertandingan gulat dan pemenangnya akan menikah dengan Deianira.
Salah satu pelamar yang datang adalah Ankhelous, dewa sungai, lawan mengerikan yang tak terkalahkan. Saat bertarung, ia bisa mengubah dirinya menjadi ular, lalu menjadi lembu jantan, kemudian menjadi manusia kembali. Tapi biasanya, ia muncul dalam wujud gabungan dari ketiganya, bertubuh ular besar, berlengan dan berkepala manusia dan memiliki tanduk. Dari janggutnya mengalir buih-buih air sebagai tanda ia adalah dewa sungai. Deianira pun lebih baik mati daripada harus menikah dengannya.
Semua pelamar mundur karena tahu takkan mungkin bisa menang melawan makhluk semacam itu, kecuali satu orang. Ya, dialah Herakles, sang pahlawan, yang memutuskan bertanding dengannya.
Ankhelous bertarung dengan ganas, ia mengubah dirinya menjadi ular lalu lembu jantan. Tapi Herakles juga tak mudah dikalahkan. Ia membanting sang dewa sungai ke tanah dan mematahkan sebelah tanduknya. Ankhelous menjerit kesakitan dan mengaku kalah.
Herakles akhirnya menikahi Deianira dan hendak membawa istrinya tinggal di Trakhis. Disana memerintah Raja Keix, sahabat Herakles. Istrinya, Alkyone bisa menemani Deianira saat Herakles bepergian.
Dalam perjalanan ke Trakhis, mereka harus menyeberangi sungai Evenus. Tiba-tiba muncul kentaurus (makhluk bertubuh setengah manusia-setengah kuda) bernama Nessus yang mau membantu menyeberangkan demi sejumlah uang. Herakles menaikkan Deianira ke punggung Nessus dan ia sendiri berenang menuju tepian.
Sampai di seberang, ternyata Nessus yang licik tidak menurunkan Deianira, malah berusaha melarikan istri Herakles yang sangat cantik itu.
Herakles dengan cepat membidikkan anak panahnya yang beracun dan tepat mengenai tubuh si kentaur. Sebelum mati, Nessus yang ingin membalas dendam pada Herakles, berpesan pada Deianira : 'Apabila suatu saat nanti kamu khawatir Herakles akan meninggalkanmu demi wanita lain, saat malam purnama datang, percikkanlah darahku ke baju yang akan dipakai Herakles. Darah kentaurus sangat berkhasiat dan Herakles pasti akan kembali padamu.'
Tanpa bertanya, Deianira mengambil botol untuk menampung darah Nessus dan menyimpannya tanpa sepengetahuan Herakles.
Herakles dan Deianira akhirnya sampai di Trakhis dan mereka dikaruniai empat orang anak. Salah satunya, yang tertua, bernama Hilus.

 Di antara banyak petualangan Herakles, inilah salah satu petualangan yang paling berbahaya dan membuktikan kebesaran hati serta perbuatan mulia sang pahlawan.
V. Pertempuran Melawan Para Raksasa
Anak-anak Bunda Bumi, para raksasa telah menantang dewa-dewa Olympus. Raksasa ini makhluk yang sangat mengerikan, berambut gimbal, kusut-masai dan kaki mereka berbentuk ular besar. Kekuatannya melebihi para dewa dan jumlahnya 10 kali lipat lebih banyak. Apalagi konon mereka kebal terhadap senjata para dewa. Mereka ingin menyingkirkan dewa-dewa dari Olympus dan menggantikan posisinya sebagai penguasa dunia.
Saat itulah, dewi Athena, dewi perang dan kebijaksanaan, yang telah banyak membantu Herakles, meminta bantuan pada sang pahlawan. Athena yakin, hanya Herakles satu-satunya yang bisa menyelamatkan para dewa karena walaupun para raksasa itu tidak mempan dilukai senjata para dewa, mereka bisa mati kalau terkena senjata manusia.
Akhirnya perang besar tak terelakkan lagi. Raksasa-raksasa ini menyerbu ke Olympus, menimbun batu-batu besar setinggi gunung dan memporak-porandakan istana para dewa. Zeus dengan hujan halilintarnya memaksa mereka mundur ke Khalkidike di utara, tanah air bangsa raksasa. Namun, pertempuran sengit masih terus berlangsung.
Halilintar Zeus menyambar-nyambar di antara langit dan bumi, bunyi gemuruh tak henti-hentinya terdengar dan langit menyala-nyala sepanjang malam dan siang. Dewa-dewa terus bertempur, tapi tak ada tanda-tanda akan berakhir. Di saat-saat genting, putra Zeus yang perkasa terjun ke medan perang.
Anak-anak panah Herakles yang beracun melesat ke angkasa dan mebunuh para raksasa. Tujuh raksasa mengejar Aphrodite, dewi kecantikan, tapi Herakles membunuh mereka satu per satu. Para dewa segera bangkit menyerang dan sejak itu raksasa tidak kebal lagi. Raksasa Pallas mati terkena lembing panjang Athena. Hephaistos, dewa pekerja keras, membunuh Klitius dengan tongkat apinya. Dionysos, dewa panen anggur, membunuh Eritus dan empat raksasa dibunuh oleh Hermes, Artemis dan dewi-dewi Takdir. Ares, dewa perang, mundur saat menghadapi Ephialtes, tapi Apollo melukai raksasa itu dan Herakles maju untuk membunuhnya.
Raksasa yang lain, Porphyrion, kini mengejar Hera. Dan Herakles tanpa ragu-ragu menolong sang dewi yang sangat membencinya setengah mati. Dengan anak panah beracun, ia membidik Porphyrion sampai mati. Hera yang terkejut, melirik Herakles dengan malu. Ia tidak bisa memahami sikap mulia sang pahlawan. Andai rencana Hera untuk melenyapkan Herakles berhasil, entah apa yang akan terjadi pada dirinya saat ini.
Tiba-tiba sepuluh raksasa menyerang Herakles sekaligus, tapi sang pahlawan tidak gentar. Satu per satu anak panahnya merobohkan mereka semua. Pertempuran sudah mendekati akhir. Tinggal dua raksasa yang tersisa dan mereka melarikan diri.
Polybutes dikejar oleh Poseidon, dewa laut, hingga ke pulau Kos. Poseidon membelah gunung di pulau itu dan menimpakannya ke kepala raksasa. Maka pulau kecil Nisiros pun lahir.
Athena memburu Enkeladus, raksasa yang paling ganas, ke seluruh Yunani sampai menyeberang ke Sisilia, dan menimbun pulau itu ke tubuh si raksasa. Tapi Enkeladus tidak mati. Sampai saat ini ia kadang menggeliat dan menggeletar, menimbulkan gempa bumi yang membawa kehancuran.
Itulah akibat pertempuran antara para dewa dan raksasa. Dan inilah prestasi tertinggi sang pahlawan sekaligus tindakan yang paling mulia di mata para dewa dan manusia. Dan sejak saat itu Hera tidak pernah mengganggu kehidupan Herakles lagi.

Kita kembali beberapa tahun yang lalu. Sebelum menikah dengan Deianira, Herakles pernah ingin meminang putri raja Eritus dari Oekhalia, yaitu Iole yang secantik Aphrodite dan sebijak Athena. Dan inilah kisahnya :

VI. AKHIR KISAH HERAKLES
Raja Eritus mempunyai empat anak laki-laki dan seorang anak perempuan, Iole. Tetapi sejak istrinya meninggal ia tidak ingin anak gadisnya menikah dan tetap bersamanya hingga tua nanti. Dan ketika Herakles menemuinya, ia mengajukan syarat yang tidak akan mungkin bisa dilakukan oleh para peminang putrinya, yaitu mengalahkannya dalam perlombaan memanah. Eritus diajar memanah oleh Dewa Apollo, yang anak panahnya tak pernah luput dari sasaran, sehingga ia begitu sesumbar takkan ada yang akan pernah mengalahkannya.
Tetapi Herakles mengalahkannya, dan juga keempat putranya. Marah dan kecewa atas kekalahannya, Eritus mengingkari janji untuk menyerahkan putrinya. Ia menghina Herakles dan mengusirnya pergi. Herakles memilih pergi tapi ia tak akan melupakan penghinaan Eritus dan bersumpah demi Zeus suatu hari nanti akan membalasnya.
Beberapa waktu kemudian, Herakles memimpin ekspedisi untuk menyerang Oekalia bersama pemuda-pemuda yang gagah berani. Oekhalia ditaklukkan, dan Eritus, si pembatal sumpah, tewas terbunuh bersama keempat putranya. Kemudian Herakles mengirim beberapa tawanan pulang ke Trakhis untuk menemui Deianira, dipimpin Likhas orang kepercayaannya.
Deianira melihat di antara mereka, ada seorang wanita cantik, muda dan menggairahkan, yang bersikap dan berpakaian bak putri raja. Ia bertanya kepada Likhas, siapa wanita itu, tapi Likhas menggeleng tidak tahu. Dari tawanan lainnya, akhirnya diketahui wanita itu adalah Iole, putri Eritus. Dan tiba-tiba kecemburuan menyergap hati Deianira yang takut Herakles akan menikahi Iole yang lebih muda dan cantik.
Tidak ada satupun mitos yang mengisahkan Herakles masih mencintai Iole atau tidak. Entah kecurigaan Deianira benar atau salah. Karena begitu dipujanya sang pahlawan, hingga tak seorang pun mau mengungkapkan kesalahan kecil yang mungkin dilakukannya.
Tapi rasa cemburu adalah penasihat yang buruk, dan Deianira langsung teringat pada darah Nessus Kentaurus yang konon berkhasiat untuk memepertahankan cinta sang suami.
Di malam bulan purnama yang bersinar penuh, Deianira memerciki baju yang dibuatnya untuk Herakles dengan darah Nessus.
O, wanita malang, tidakkah engkau tahu darah itu bercampur racun dari anak panah Herakles, yang sebelumnya telah dibasuh dengan darah hydra, bisa ular yang paling mematikan tidak hanya di seluruh Yunani, bahkan di seluruh dunia?
Setelah selesai, Deianira memasukkan baju itu ke dalam peti dan menyuruh Likhas untuk menemui Herakles dan berpesan : 'Di dalam peti ini terdapat baju yang kutenun dengan tanganku sendiri. Katakan padanya agar segera mengenakan baju ini bila ingin melakukan persembahan untuk Zeus.' Likhas segera berangkat menemui Herakles.
Keesokan harinya, Deianira melihat pemandangan yang hampir membuatnya gila. Di halaman, di tempat ia memerciki darah Nessus ke baju Herakles, bebatuan dan rerumputan berubah warna menjadi kebiruan. Dan saat sinar matahari menyentuhnya, darah yang bertetesan di atasnya mulai mendidih dan menggelegak. Saat itu ia baru menyadari, Nessus ternyata ingin membunuh Herakles!
Langsung ia berlari memanggil Hilus, putra sulungnya, "Segera lari ke Oekhalia, dan jangan berhenti sedetik pun! Jangan sampai ayahmu memakai baju yang kukirimkan, karena baju itu beracun!" Hilus yang terkejut langsung berlari secepat angin ke Oekhalia.
Di saat yang sama, di Oekhalia, Herakles sedang bersiap-siap melakukan persembahan untuk Zeus pagi-pagi sekali. Ia dengan sukacita memandang baju yang dikirimkan istri tercintanya dan mengenakannya dengan penuh rasa bangga. Baju yang ditenun dengan tangan-tangan istrinya sendiri. Saat matahari perlahan naik, racun yang berada dalam baju itu mulai menghangat...
"Lepaskan baju itu ayah! Baju itu beracun!", seseorang tiba-tiba berteriak. Itu suara Hilus, dan ia langsung pingsan karena kelelahan.
Herakles tersadar, tapi sudah terlambat! Ia mencoba merobek bajunya, tapi sia-sia. Baju itu telah melekat ke kulitnya, dan rasa sakit yang ditimbulkan darah Nessus sangat dahsyat. Begitu mengerikan racun dari bisa hydra yang telah meresap itu, hingga sang pahlawan menjerit-jerit dan bergulingan di atas tanah sambil merobek-robek kulitnya sendiri.
Permintaannya untuk pulang ke Trakhis, agar Deianira melihat hasil perbuatannya sendiri, segera dipenuhi. Sesampainya di sana, Hilus mencari ibunya dan menceritakan apa yang dilihatnya. Deianira menjerit menyayat hati dan masuk kembali ke dalam kamar. Air matanya tak henti-hentinya mengalir, dan tiba-tiba tangisannya terhenti. Hilus yang bergegas masuk, menemui ibunya telah tewas bersimbah darah. Deianira bunuh diri dengan rasa penyesalan yang mendalam.
Di saat-saat terakhir, Herakles meminta untuk disemayamkan di puncak Gunung Oeta. Ia juga berpesan kepada Hilus untuk merawat adik-adiknya dan bila ia dewasa kelak, untuk menikahi Iole.
Di puncak Gunung Oeta, Herakles memerintahkan agar tubuhnya segera dibakar. Tapi tak seorang pun yang tega untuk melakukannya. Siapa yang sanggup membakar sang pahlawan agung itu hidup-hidup, walaupun bisa membebaskannya dari rasa sakit yang amat sangat?
Akhirnya maju seorang pemanah ulung, Philoktetes, yang iba pada penderitaan Herakles, dan bersedia menyalakan api untuknya. Perlahan-lahan api mulai melahap kayu dimana tubuh Herakles dibaringkan...



Aiolos dan Odysseus

Dalam kisah saya sebelumnya diceritakan Aiolos tinggal di sebuah istana di pulau yang dahulu disebut Pulau Aitolia, atau sekarang lebih dikenal dengan nama Pulau Stromboli. Pulau ini adalah pulau vulkanis di lepas pantai Italia dan hanya sedikit orang yang pernah bertandang ke istana sang dewa angin.
Salah satu pahlawan yang pernah dijamu Aiolos di istananya adalah Odysseus saat ia kembali dari Perang Troya yang berlangsung selama sepuluh tahun. Kapal yang dinaikinya bersama anak buahnya terombang-ambing di laut hingga akhirnya mendarat di Pulau Aitolia. Poseidon, sang penguasa laut, yang murka telah menjauhkan mereka dari tujuan karena Odysseus membuat putranya, yaitu Polyphemos si raksasa bermata satu menjadi buta.



NIOBE: Tragedi sang Ratu Thebes


Kutukan atas Pelops yang dilontarkan Myrtilos, putra Hermes, tidak hanya menimpa anak-anak Pelops, tetapi juga seluruh keturunan Tantalos yang telah melakukan penghinaan kepada para dewa. Selain Pelops, Tantalos juga mempunyai seorang putri yang bernama Niobe (baca: Niove) dan inilah kisah tragedinya:

Tragedi Niobe

Niobe menikah dengan Amphion, raja Thebes yang memperoleh takhtanya dengan mengalahkan Lykos, penguasa Thebes sebelumnya. Kemudian untuk melindungi kota, Amphion membangun dinding-dinding kota Thebes dengan cara yang ajaib. 

Ia memainkan lyranya dan batu-batu yang mendengar keindahan nyanyian Amphion bergerak dengan sendirinya. Perlahan, satu demi satu batu itu bertumpukan hingga membentuk tembok dan gerbang kota Thebes. Peristiwa ajaib itu tersebar ke seluruh pelosok Yunani, hingga membuat Amphion dan Thebes termahsyur.

Dari hasil pernikahannya, Niobe memiliki enam anak laki-laki dan enam anak perempuan yang semuanya berwajah rupawan. Ratu Thebes itu merasa sangat bangga karena memiliki anak-anak yang sempurna, suami yang termahsyur di seluruh Yunani dan kekayaan yang berlimpah ruah. Tetapi kesombongan selalu mendekati orang-orang yang mabuk kekuasaan, kekayaan dan kemahsyuran. 

Niobe tidak habis pikir mengapa orang-orang menghormati dewa-dewa yang tidak terlihat wujudnya. Sementara dirinya memiliki segalanya yang diinginkan semua manusia di dunia. Mengapa bukan dirinya saja yang dihormati sehingga orang-orang tidak perlu memuja para dewa lagi. Ratu Thebes itu merasa apa yang dimilikinya melebihi apa yang dimiliki para dewa.

Keangkuhan Niobe semakin lama semakin menjadi-jadi dan inilah puncaknya:

Suatu hari di Thebes akan diselenggarakan upacara pengorbanan kepada dewi Leto dan kedua anaknya: Apollo dan Artemis. Seluruh warga kota sibuk mempersiapkan upacara pengorbanan itu yang akan diselenggarakan di kuil Leto. Niobe yang mengetahuinya sangat terusik. Ia mendatangi warga Thebes dan melarang mereka untuk melakukan upacara di kuil tersebut. 

Di depan rakyat Thebes, Niobe menyombongkan dirinya lebih cantik daripada Leto. Ia memiliki duabelas anak-anak yang sempurna, tidak sebanding dengan Leto yang hanya memiliki dua anak: Apollo dan Artemis. Tidak cukup sampai disitu, ia juga mengejek Artemis yang berpakaian seperti laki-laki dan Apollo yang berambut panjang dan memakai gaun seperti perempuan. Niobe memerintahkan semua orang melepaskan rangkaian daun zaitun dari kepala dan menyuruh mereka meninggalkan kuil.

Semua warga kota Thebes menuruti kehendak ratunya dengan takut. Tetapi Leto yang menyaksikan semua peristiwa ini, amarahnya tidak tertahankan lagi. Ia memanggil Apollo dan Artemis untuk membalas dendam sekaligus memberi pelajaran kepada umat manusia.


Apollo dan Artemis melaksanakan perintah ibunya dan melesat menuju Thebes. Saat Apollo tiba, keenam anak laki-laki Niobe sedang berada di depan pintu gerbang Thebes. Apollo mengeluarkan anak panah emasnya yang membawa maut dan memanah satu demi satu anak Niobe hingga tidak ada lagi yang tersisa.

Artemis mendapat giliran selanjutnya. Dewi yang anak panahnya tidak pernah meleset ini membidik keenam anak perempuan Niobe satu demi satu hingga semuanya tidak bernyawa. Karena sangat berduka, raja Amphion memilih bunuh diri di depan mayat anak-anaknya. Dan kini tinggal Niobe sendiri yang menangis tanpa henti menghadapi kenyataan yang mengerikan ini.

Selama sembilan hari sembilan malam anak-anak Niobe tergeletak begitu saja tanpa dikubur karena Zeus mengubah mayat mereka menjadi batu. Baru pada hari kesepuluh, dewa-dewa sendirilah yang mengubur anak-anak Niobe tersebut.

Sementara Niobe dengan duka mendalam pergi meninggalkan Thebes dan menetap di tempat kelahiran ayahnya di Sypilos, Lidya. Setiap hari Niobe selalu menangis karena kesedihan yang tak tertanggungkan hingga Apollo mengubahnya menjadi seonggok batu yang terus menerus mengeluarkan air mata.

Sampai saat ini batu yang berbentuk seperti wanita yang bersedih masih bisa dilihat di Gunung Sypilos yang terletak di dekat Smyrna, Turki. Batu ini disebut "Batu yang Menangis" dan konon mengeluarkan air mata seperti Niobe yang sedang meratapi nasibnya yang malang...


Catatan: Mitos ini memiliki banyak variasi gubahan, tetapi versi disini diambil dari karya Homeros, Iliad. Sebagai contoh, untuk jumlah anak Niobe menurut Homeros duabelas orang, tetapi versi Hesiodes menyebutkan duapuluh, versi Alkman dan Hellanikus enam orang, Sappho delapan, Herodotus empat, Euripides dan Apollodorus empatbelas.


10 Kuil Yunani yang Paling Terkenal


10. Temple of Olympian Zeus
http://hermawayne.blogspot.com
Meskipun hanya beberapa kolom tetap di Kuil Olympia Zeus di Athena tidak butuh banyak imajinasi untuk menyadari bahwa ini adalah salah satu kuil raksasa. Konstruksinya dimulai pada abad ke-6 SM pada masa pemerintahan tiran Athena, yang tergambar bangunan kuil terbesar di dunia kuno, tetapi tidak selesai sampai masa pemerintahan Kaisar Romawi Hadrian pada abad ke-2 sekitar tahun 638 setelah proyek telah dimulai.

9. Temple of Poseidon, Sounion
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak di ujung selatan semenanjung Attica di Yunani, Kuil Poseidon di Sounion, 3 sisinya dikelilingi oleh laut. Kuil ini dibangun di approx. 440 SM, di atas reruntuhan kuil yang berasal dari Periode Archaic. Hanya beberapa kolom Kuil Poseidon berdiri, tetapi jika utuh, kuil ini akan mirip Kuil Hephaestus di Acropolis, hal ini mungkin karena dirancang oleh arsitek yang sama.

8. Temple of Zeus, Cyrene
http://hermawayne.blogspot.com
Kirene adalah yang paling penting dari 5 koloni Yunani di Libya sampai saat ini. Kuil ini hancur saat pemberontakan Yahudi pada tahun 115, dan kembali baik 5 tahun kemudian karena dibangun lagi oleh bangsa Romawi atas perintah Kaisar Hadrian. Pada tahun 365, gempa menyebabkan kuil runtuh sekali lagi dan tidak dibangun kembali hingga zaman modern oleh arkeolog Inggris dan Italia. Kuil ini lebih besar dari Parthenon, sebuah refleksi dari kekayaan dan pentingnya Kirene di dunia Yunani kuno.

7. Erechtheum
http://hermawayne.blogspot.com
The Erechtheum adalah sebuah kuil Yunani kuno gaya Ionic di sisi utara Acropolis Athena. Kuil ini dibangun antara 421 dan 407 SM. Namanya berasal Erikhthonios, pahlawan Yunani. Kuil ini mungkin paling terkenal untuk teras khas yang didukung oleh 6 tokoh perempuan yang dikenal sebagai Caryatids.

6. Temple of Apollo Epicurius
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak di lereng gunung terpencil di Peloponnese, Kuil Apollo Epicurius di Bassae adalah kuil Yunani terawat baik dan tidak biasa. Itu dibangun di suatu tempat antara 450 dan 400 SM. Kuil ini sejajar utara-selatan, berbeda dengan sebagian besar kuil Yunani yang sejajar timur-barat. Candi tidak biasa dalam hal ini memiliki contoh dari ketiga perintah yang digunakan dalam arsitektur klasik Yunani kuno. Bentuk kolom Doric Ionic peristyle sementara kolom dukungan teras dan kolom Korintus fitur di pedalaman. Kuil Apollo Epicurius saat ini tercakup dalam tenda untuk melindungi reruntuhan dari unsur-unsur.

5. Doric Temple of Segesta
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak di bagian barat laut Sisilia, Segesta adalah salah satu kota utama dari orang Elymian, salah satu dari tiga masyarakat adat dari Sisilia. Populasi Segesta dicampur Elymian dan Yunani, meskipun Elymians segera Helenis dan mengambil karakteristik eksternal kehidupan Yunani. Kuil Doric yang terletak tepat di luar situs kuno ini terpelihara dengan baik. Hal ini dibangun pada akhir abad 5 SM dan memiliki 6 × 14 kolom. dan kuil ini juga tampaknya mengalami kekurangan atap di atas ruang utama.

4. Paestum
http://hermawayne.blogspot.com
Paestum adalah sebuah kota Yunani-Romawi kuno di Italia selatan, tidak jauh dari pantai. Kota ini menawarkan 3 kuil Yunani yang terjaga. Kuil tertua di Paestum adalah Kuil Hera, dibangun sekitar 550 SM oleh kolonis Yunani. Kuil di dekatnya dibangun sekitar 1 abad kemudian dan juga didedikasikan untuk Hera, dewi perkawinan dan melahirkan. Lebih jauh berdiri Kuil Athena dibangun sekitar 500 SM.

3. Temple of Hephaestus
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak sekitar 500 meter di utara-barat dari Acropolis terkenal, Kuil Hephaestus adalah kuil Yunani terbaik yang diawetkan di dunia, meskipun jauh kurang dikenal dari tetangga yang terkenal. kuil ini dibangun pada abad ke-5 SM di sebuah distrik yang berisi banyak pengecoran dan toko-toko logam. Oleh karena itu didedikasikan untuk Hephaestos, dewa yang mengerjakan logam. Kuil Hephaestus dirancang oleh Ictinus, salah satu arsitek yang juga bekerja di Parthenon.

2. Valley of the Temples
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak di punggung bukit di luar kota Agrigento, sisa dari 7 kuil Yunani ini disebut Lembah Kuil. Kuil Concordia, dibangun pada abad ke-5 SM, adalah yang merupakan salah satu yang terbaik diawetkan terbesar dengan gaya kuil Doric yang masih berdiri. kuil lainnya termasuk Kuil Juno, yang digunakan untuk perayaan pernikahan, dan Kuil Heracles, Kuil tertua di lokasi yang saat ini hanya terdiri dari 8 kolom.

1. Parthenon, Acropolis
http://hermawayne.blogspot.com
Parthenon di Acropolis adalah salah satu bangunan paling terkenal di dunia, dan kunjungan ke Athena tidak lengkap tanpa mengunjungi kuil ini. Pembangunan Parthenon dimulai pada tahun 447 SM, menggantikan kuil yang lebih tua yang dihancurkan oleh Persia, dan selesai pada 432 SM. Tujuan dari Parthenon adalah untuk rumah patung besar Athena parthenos yang terbuat dari gading, perak dan emas. Dulu di abad ke-5, patung itu dijarah oleh salah satu Kaisar Romawi, dan dibawa ke Konstantinopel, dimana ia kemudian dihancurkan.


7 Dewa Perang yang Terkenal di Dunia


1. Ares
http://hermawayne.blogspot.com
Ares merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Ia memiliki 2 pengawal, yaitu Phobos dan Deimos. Nama Mars menjadi salah satu planet yang dekat bumi dan memiliki 2 bulan, yang dinamai sesuai nama pengawalnya: Phobos dan Deimos. Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya.

2. Lucifer
http://hermawayne.blogspot.com
Lucifer adalah dewa perang, dia telah memenangkan perang selama 100 kali pertempuran, dia sangat dihormati karena dia lahir dari inti cahaya matahari. suatu hari dia mengkhianati TUHAN karena ingin sama seperti TUHAN. Pada akhirnya dia tetap tidak bisa menang melawan kebesaran TUHAN dan dijatuhkan dari surga dan menjadi iblis yang merupakan musuh utama dari TUHAN. Lucifer adalah iblis yang rupawan dan ahli musik, termasuk dansa.

3. Thor
http://hermawayne.blogspot.com
Dewa perang atau nama lainnya Thor. Merupakan gambaran dewa dengan senjata palu dan mengenakan sayap burung pada bagian kepalanya.

4. Tyr
http://hermawayne.blogspot.com
Dewa perang bangsa Nordik, penguasa hari selasa. (Tuesday berasal dari kata Tyr’s day)

5. Huitzilopochtli
http://hermawayne.blogspot.com
Huitzilopochtli adalah dewa nasional Aztek dan dia adalah Dewa Perang dan Dewa Matahari. Dia menuntut darah manusia. Di hari-hari perayaan ibadah, para korban dirobek dadanya dan direnggut jantungnya untuk dipersembahkan kepada sang Matahari (Huitzilopochtli), dan lalu dilemparkan ke dalam api. Tubuh korban lalu dilempar ke tangga kuil dan bergulir ke bawah, lalu dipotong-potong dan dimakan. Kulitnya digunakan sebagai baju perayaan agama.

6. Odin
http://hermawayne.blogspot.com
Dalam Mitologi Nordik, Odin adalah pemimpin para Dewa. Namanya konon berasal dari kata “óðr” (baca: Odhr), yang berarti “perangsang”, “kemarahan”, dan “puisi”. Sebagai pemimpin para Dewa, ia memiliki banyak peran: Dewa kebijaksanaan, Dewa perang, Dewa pertempuran, dan Dewa kematian.

7. Guan Yu
http://hermawayne.blogspot.com
Guan Yu adalah dewa perang dari cerita Romance of Three Kingdoms. ksatria gagah berani yang namanya diabadikan sebagai simbol keberanian dan kemenangan. Sampai-sampai goloknya pun menjadi legenda dan simbol keperkasaaan. Seorang jenderal terkenal dari Zaman Tiga Negara. Guan Yu dikenal juga sebagai Kwan Kong, Guan Gong, atau Kwan Ie, dilahirkan di kabupaten Jie, wilayah Hedong. Ia bernama lengkap Guan Yunchang atau Kwan Yintiang. Guan Yu merupakan jenderal utama Negara Shu Han. Guan Yu itu juga sering disebut Dewa Perang, meskipun memang pada kenyataanya dia adalah seorang Jendral Perang.


Centaurs, Manusia Setengah Kuda dalam Mitologi Yunani Kuno

Dalam mitologi Yunani, Centaurs (Kéntauroi) adalah ras manusia setengah kuda, ia biasanya digambarkan berwujud manusia dari kepala sampai pinggang, namun bagian pinggang kebawah berwujud kuda. Foto di bawah, bukan merupakan hasil penemuan Arkeologis, kerangka Centaur pada foto ini, adalah merupakah hasil buatan dari 'Skulls Unlimited International' dari kerangka manusia asli yang digabungkan dengan kerangka Zebra.

Centaurs sendiri hanyalah merupakan mahkluk imajinatif yang pertama kali muncul dalam mitologi Yunani.





Skulls Unlimited International, Inc., located in Oklahoma City, Oklahoma, is a commercial supplier of osteological specimens including real and replica skulls and skeletons. Skulls Unlimited also provides a skull cleaning service, using Dermestid Beetles to strip the flesh from skulls and skeletons. Skulls Unlimited processes approximately 25,000 skull specimens per year

Mereka merupakan keturunan dari Centaurus, centaur yang pertama. Ayah Centaurus adalah Ixion seorang manusia, penguasa dari Thessaly, yang mencintai [selingkuhan] Dewi Hera, istri Zeus. Zeus yang cemburu, kemudian menciptakan kembaran Hera dari gumpalan awan dan menamainya Nephele. Suatu ketika mereka bertemu, Ixion yang menganggap wanita yang bersamanya itu [Nephele] adalah Dewi Hera kemudian berhubungan badan dengannya. Nephele kemudian mengandung, dan melahirkan mahkluk setengah manusia setengah kuda yang kemudian dia namai Centaurus.

Yang paling terkenal dari para Centaur ini adalah Chiron teman dari Heracles atau Hercules [sosok Chiron ini, muncul dalam Film Percy Jackson and the Olymipans]. Ia adalah salah satu centaur yang lembut dan bijaksana, yang ketika tewas oleh Zeus ditempatkan di langit sebagai Konstalasi Bintang Centaurus. Kemudian diadaptasi menjadi zodiak Sagittarius.



 

Footer Widget #1

Copyright 2010 Aerodeo Messias. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Blogger Template